Langsung ke konten utama

Penjelasan Minyak Transmisi Automatic (ATF) dan Minyak Power Steering

ItsIlmu - Beberapa tipe minyak digunakan di mobil, minyak transmisi automatic, power steering, dan minyak rem, dll. Minyak ini mempunyai Penggunaan yang sangat luas termasuk tenaga transmisi, hydraulic control dan pelumas.

1. MINYAK TRANSMISI AUTOMATIC (ATF)


Penjelasan Minyak Transmisi Automatic (ATF) dan Minyak Power Steering


Automatic Transmission Fluid (ATF) adalah berkualitas tinggi, dengan bermacam-macam bahan tambah. ATF ditekan oleh pompa oli dan dikirim ke torque converter dimana ia digunakan untuk memindahkan tenaga putar mesin dan momen ke transmisi. Aktifitas tekanan ATF dikontrol katup hydrolic melalui transmisi ke shift gear dan melumasi komponen-komponen yang berputar dari transmisi seperti planetary gear, clutch, bearing dan shaft dan lain-lain.

Syarat-Syarat ATF

Ada beberapa tujuan ATF untuk disempurnakan, oleh karena itu ia harus mempunyai syarat sebagai berikut.

Kekentalannya Sesuai
ATF sasarannya untuk jangkauan temperatur yang besar dari -25� sampai 170�C. Oleh karena itu kekentalan adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam kemampuan mengoperasikan torque converter, hydrolic control system dan lain-lain. lndek kekentalan ATF suatu cara untuk memperbaiki dan memelihara kekentalan mulai temperatur rendah sampai tinggi.

Stabil Terhadap Panas dan Oksidasi
Temperatur ATF mencapai sekitar 100�C pada kecepatan normal dan naik sekitar 150�C pada kecepatan sedang. Oleh karena itu temperatur permukaan disc clutch mungkin panasnya naik sampai 350�C atau lebih. Untuk mengatasi hal ini ATF harus mempunyai daya tahan terhadap panas yang baik. Bila tidak, keburukannya bila panas akan menyebabkan teriadinya reaksi kimia, dan membantu pembentukan kotoran. Kotoran akan menyumbat katup hydrolic control dan mengganggu transmisi pada operasi normal. Oleh sebab itu ATF mengandung bahan oxidation preventative.

Tidak Berbusa
ATF di kocok dengan cepat oleh pompa impeller sehingga menimbulkan busa, ini akan mengakibatkan terganggunya perpindahan momen mesin, perpindahan clutch disc dan gesekan brake band bila memakai oli yang berbusa.
Hai ini dapat dicegah oleh adanya bahan tambah anti -foaming agent.

Koefisien Gesek Sesual
Clutch disc dan brake disc atau brake band dioperasikan oleh tekanan hydrolic ATF. Apabila koefisien gesek antara clutch disc dan clutch plate atau antara brake baud dan dram terlalu rendah penyerapannya akan kecil, besar kemungkinan terjadi slip. ini akan menghambat perpindahan momen mesin, perpindahan clutch dan pemakaian brake disc atau brake baud.

Koefisien gesek yang terlalu besar akan menambah getaran yang besar oleh adanya operasi dari brake disc atau brake baud dan clutch disc yang mempengaruhi dalam pengendaraan.

Pencegahannya yaitu menggunakan ukuran bahan tambah 3 coefficient of friction adjusting agent yaitu yang dapat mengatur koefisien gesek.

Tahanan gesek adaiah tahanan yang terjadi oleh sliding (luncuran) bodi selama dipermukaannya.

Berwarna
Untuk menolong membedakan ATF dengan minyak lain, ATF diwarnai merah atau kekuning-kuningan. Cairan berwarna membantu teknisi mengetahui kebocoran dari transmisi. Selain itu juga ATF menjadi hitam oleh cemaran dari kotoran. sehingga kondisi ATF dapat mudah diketahui oleh warnanya.

Bahan Tambah Lainnya
ATF harus tidak mengurangi etek kemampuan seal, gasket, brake band dan pengikisan disc. Oleh sebab itu cleansing agent ditambahkan pada ATF untuk mencegah terbentuknya kotoran selama oksidasi. pengikisan karena pemakaian dan pencemaran oleh kotoran.

Tipe ATF

Minyak transmisi automatic mempunyai standar dari masing-masing pembuatnya seperti Ford Motor Company dan General Motor Corporation. Sebagai contoh Ford menggunakan spesifikasi dari Ford standar tipe F dan GM menggunakan spesifikasi dari GM standar DEXRON II untuk tipe minyak transmisi automatis. Dari tipe ATF tadi, ada juga yang digunakan pada kendaraan TOYOTA. Tapi transmisi otomatis A 241 H pada TOYOTA 4 WD Corolla (AE 95) telah menggunakan ATF dari TOYOTA'S Own Standard (ATF tipe T) mulai bulan Februari 1988.

1) Tipe F dan DEXRON II
Walaupun kedua tipe ini mempunyai sifat yang serupa, pemakaian tipe yang salah harus dihindari sesuai perbedaan koefisien geseknya.

Grafik di bawah adalah perbandingan koefisien gesek dari tipe F dan DEXRONOII. Seperti yang terlihat pada grafik ATF tipe F mempunyai koefisien gesek yang besar dibanding dengan tipe DEXRON II. Dalam tipe F static koefisien gesek besar dibanding dengan koefisien kinetic, dan DEXRON II adalah kebalikannya.

Apabila ATF tipe F digunakan dalam transmisi otomatis yang memakai DEXRON II, pada brake dan clutch mungkin terjadi perlawanan tiba-tiba dan begitu juga getaran pada shiftingnya. Sebaliknya penggunaan DEXRON II dalam transmisi otomatis yang menggunakan ATF tipe F akan menyebabkan penggunaan untuk brake dan clutch ke mesin bertambah, yang dapat menyebabkan slip saat akselerasi. Oleh karena itu penting sekali, untuk selalu menggunakan ATF yang sesuai.

ATF Untuk Kendaraan FR
ATF untuk transmisi otomatis kendaraan FR telah di rubah dari tipe F ke tipe DEXRON II pada bulan Juli 1983. Untuk mengetahui tipe ATF yang digunakan dalam transmisi otomatis, Pada penyumbat oil pan transmisi otomatis ditandai � D ll� dari pabriknya setelah Juli 1983.
Untuk transmisi otomatis yang diproduksi pada atau setelah bulan Agustus 1983, DEXRON II di cap pada stick oli.

ATF Untuk Kendaraan FF
DEXTRON II digunakan untuk semua transmisi yang meLintang yang dilengkapi automatic transaxle pada kendaraan Front engine Front wheel drive (mesin depan penggerak roda depan) ATF untuk transmisi yang membujur dilengkapi transaxle automatic untuk kendaraan FF, belum berubah dari tipe F ke tipe DEXRON II sampai Agustus 1982.
DEXRON II diberi tanda pada stik oli transaxle yang menggunakan DEXRON II sejak Agustus 1983.

2) ATF TOYOTA tipe T

Tipe ini baru dikembangkan oleh TOYOTA Motor corporation dan dipakai dalam A 241 H. Minyak transmisi otomatis ini mempunyai No part TOYOTA 08886-00405

MINYAK POWER STEERING

Penjelasan Minyak Transmisi Automatic (ATF) dan Minyak Power Steering


Power steering direncanakan atau di desain untuk meringankan pengendaraan yang melelahkan dan mengurangi reaksi dari steer atau kemudi. Minyak power steering harus memelihara minyak hydrolic dengan baik dan sebagai pelumas untuk silinder dari pompa dari power steering. Minyak power steering DEXRON atau DEXTRO II adalah yang dipakai dan memenuhi syarat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Kelengkapan Mesin Diesel Secara Lengkap

Secara garis besar, pada mesin diesel terdapat 4 kelengkapan komponen mesin diesel yaitu Blok Silinder atau Cylinder Block, Kepala Silinder atau Cylinder Head, Piston atau Torak, dan Timing Gear atau Timing Belt. Berikut penjelasan lengkap tentang kelengkapan mesin diesel. Blok Silinder atau Cylinder Block Cylinder block dibuat dari besi tuang biasa atau nasi tuang khusus, bentuknya menyerupai cylinder block mesin bensin akan tetapi kekuatannya lebih besar dan tahan terhadap temperatur, tekanan dan getarannya lebih tinggi dan akibatnya menjadi lebih berat. Piston meluncur di dalam cylinder liner, dimana mungkin berjenis basah, yaitu air pendingin langsung melewati bagian belakang liner, atau cylinder liner jenis kering. Dewasa ini block dibuat dari paduan khusus yang tahan terhadap keausan karena gesekan dan oleh karena itu liner tidak lagi dibutuhkan. Dalam hal seperti ini, cylinder bore dapat dibuat lebih kecil untuk mengurangi ukuran dan berat mesin. Kepala Silinder atau Cylinder He...

Sistem Suspensi Belakang tipe 4-Link

Diantara suspensi rigid seperti suspensi belakang tipe pegas daun Paralel , tipe 4-link inilah yang menghasilkan kenikmatan berkendaraan yang lebih baik. Karena penanganan posisi axle dan beban suspensi dilakukan secara terpisah. Biasanya suspensi 4-link ini menggunakan pegas koil. Konstruksi Suspensi Belakang Tipe 4-Link Posisi axle berada pada posisi yang tepat yaitu memikul dua lower control arm, dua upper control arm serta satu lateral control rod. Sedangkan untuk menopang beban dan menyerap kejutan hanya digunakan pegas. Gaya dari arah depan belakang yang ditimbulkan oleh sistem rem dan sistem penggerak ditahan oleh lower dan upper control arm. Sedangkan gaya dari samping ditahan oleh lateral control rod. Salah satu ujung dari setiap control arm atau lateral rod diikat pada body atau frame, dan ujung lainnya pada rear axle housing melalui bushing karet. Pegas daun dipasang diantara lower control arm atau real axle housing dan body.